Archive for the ‘Wonderful Family’ Category

Papaku Sayang

Posted: November 12, 2010 in Wonderful Family

Whuaaaa… blog gueeeee…!!!!

Kangeeeennnnn…..!!!!!!!!!

Akhirnya setelah sekian lama, blog ini terjamah juga. Sebenernya banyak hal yang ingin gue share disini tapi apa daya, ide-ide itu hanya menari-nari di otak ini saja, tanpa bisa ditulis dengan sempurna

Dan sekarang gue pengen sharing satu hal : Papa.. orang yang bertanggung jawab sepenuhnya atas kemunculan gue di dunia ini

Akhir bulan Oktober kemaren, tepatnya tanggal 28 Oktober, adalah hari ulang tahunnya

Ulang tahun kali ini cukup spesial, karna bertepatan dengan berakhirnya masa tugas beliau sebagai seorang abdi negara disalah satu kantor pemerintahan. Awalnya gue pikir pensiun itu hal yang biasa, tapi ternyata setelah akhirnya hal tersebut ada didepan mata, itu menjadi hal yang luar biasa buat gue

Karna apa??

Ya jelas.. karna status gue sebagai ‘penggangguran bersubsidi’ kini harus berubah menjadi ‘penggangguran non-subsidi’. Trus udah nggak ada biaya ‘maintenance diri’ lagi dan yang pasti gue udah nggak bisa keliling Indonesia lagi dengan GRATIS

Hal yang bener-bener membuka mata gue, karna semua yang gue alami, semua yang gue rasakan, dan semua yang gue nikmati itu adalah berkat Tuhan melalui bokap. Dari kecil gue udah hidup pindah-pindah. Gue udah menginjak setiap pulau di Indonesia, bahkan sampai ke Jayapura, Papua, itu karna papa.  Gue bisa leyeh-leyeh menikmati fasilitas best hotel in town, itu semua juga karna bokap. Gue bisa belanja-belanja dari mulai belanja yang nggak penting sampai yang nggak penting banget itu semua juga atas andil bokap.

Setiap detail hidup gue, setiap kenikmatan yang gue rasakan, itu semua karna kerja keras papa, sebagai kepala keluarga dan satu-satunya tulang punggung keluarga

Gue baru sadar kalau bokap gue udah semakin tua. Kepalanya udah mulai botak dan hampir semua rambutnya udah menjadi putih. Setiap papa pulang ke rumah, gue selalu mendapat tugas mulia untuk mencat rambut putihnya. Gue sangat senang melakukannya. Karna apa? Ya jelas karna rambut papa tinggal dikit, jadi ngecatnya cepat dan gampang. Dan setelah itu, pasti ada selembar uang merah yang diberikannya untukku. Gimana nggak senang coba?

Tapi itu adalah sisi lain dari rasa senang gue  ngecat rambut bokap. Bukan itu pointnya. Alasan utamanya adalah karna gue mau bokap gue tetap terlihat muda dan cakep tentunya hehehe.. Lagipula gue sadar bahwa waktu yang diberikan ke gue untuk ngurus bokap juga semakin tipis. Kalau kelak gue merit dan tinggal dikota yang berbeda, belum tentu gue bisa ngecat rambut bokap lagi seperti sekarang

Lagipula semakin bertambah umur, kekuatan tubuhnya juga semakin lemah. Gue sebenernya nggak pengen share tentang satu hal ini, tapi gue pengen cerita karna gue bangga bisa jadi anak perempuan satu-satunya buat bokap gue. Setiap pagi papa selalu nganter anak-anaknya ke sekolah. Waktu itu kami masih tinggal di Pontianak dan gue masih SD. Seingat gue, cuaca hari itu sedang hujan deras dan entah apa yang terjadi intinya motor kami ditabrak dan gue sukses pingsan. Sadar-sadar gue langsung dikasih minum sama ibu penjual jamu dan gue ngeliat papa di tandu orang dan dilarikan ke rumah sakit. Alhasil kedua kaki papa di gips. Dan  selama hampir dua bulan dia ngga bisa jalan. Gue nggak kenapa-kenapa karna gue cuma terkena benturan ringan dikepala. Tapi apa mungkin karna benturan dikepala itulah yang menyebabkan gue jadi aneh dan absurb seperti ini ya?

Ternyata kecelakaan itu berdampak belasan tahun kemudian. Papa menjadi kesulitan untuk menahan pipis. Di cek di rumah sakit Indonesia, papa dibilang prostat dan disuruh minum berbagai macam jenis obat. Tapi papa nggak yakin dengan vonis dokter itu. Akhirnya beberapa tahun yang lalu, waktu papa tugas di Jambi, papa dan mama berangkat ke Penang, Malaysia untuk melakukan check up kesehatan. Dan benar saja, dokter disana menduga dengan tepat kalau papa pasti pernah terjatuh parah dan itu mematikan beberapa fungsi sarafnya. (Buat yang pernah jatuh, jangan dianggap remeh. Segera ditindak lanjuti karna dampaknya akan muncul beberapa tahun kemudian)

And now.. bokap gue pake pampers. Dan gue nggak malu akan hal itu

Pernah suatu kali, waktu mama ke supermarket ditanyain sama SPG nya, pampersnya untuk bayi umur berapa, gemuk apa enggak anaknya? Gue dan mama cuma bisa senyum-senyum aja sambil bilang..”anaknya gemuk mba, besar banget malah badannya”

Hal lain dari diri bokap adalah dia selalu mengajarkan tentang kebaikan Tuhan dalam hidup kita dan bagaimana kita harus menjadi terang bagi dunia ini. Kalau pas papa ada di rumah, dia selalu rajin bangun pagi dan pasti pergi ke kamar anak-anaknya dulu. Awalnya gue pikir mungkin bokap ngecek kali ya, siapa tau ada anaknya yang kabur atau tiba-tiba jumlah anaknya nambah, gitu?  Tapi tentu saja bukan itu alasannya. Beberapa hari yang lalu, gue udah bangun cuma pura-pura tidur. Gue ngeliat bokap membuka kamar dan  mematikan lampu. Masih dengan mengintip dibalik bantal, gue ngeliat bokap berjalan ke arah tempat tidur  dan dia membuka kedua tangannya diatas gue dan adek gue-yang waktu itu tidur bareng- untuk memberkati dan mendoakan kami. Setelah itu dia mengelus kepala kami dan berjalan keluar kamar

Untuk sepersekian detik gue tertegun. Dia memang sungguh ayah teladan, walaupun ada beberapa sifat dan kelemahannya yang kadang-kadang membuat kami sering berdebat dan berselisih paham but he’s still the best father for me

Dan kemaren papa dan mama berangkat ke Makasar untuk menghadiri perpisahan kantor dan mengurus kepindahan barang-barang. Tentu saja bakal banyak barang yang nambah di rumah ini. Tivi bakal nambah lagi, jadi 4. Mesin cuci bakal jadi 3, kulkas juga bakal nambah, kipas angin, gelas, piring dan barang-barang lainnya pasti bakal menambah penuh isi rumah. Beginilah suka duka hidup nomaden

Hmm.. tapi ini memberikan ide bagus buat gue. Mungkin besok gue bakal buka lapak penjualan barang bekas didepan rumah 😀

papa, mama dan gue -anak yg selalu ngerepotin-

papa, mama dan gue -anak yg selalu ngerepotin-

love you so much papa…
makin diberkati Tuhan, jaga kesehatan dan panjang umur biar bisa melihat cucu-cucu papa lahir kedunia
i’m proud to be your daughter
Advertisements

Message received,  2 Juni 2010 ; 10.30

Kakakkkkk…. cariin tiket pesawat buat besok siang, aku mau pulang. Cepet yo, aku wes kangen mbek koe

Message send, 2 Juni ; 10.35

Ngopo koe muleh? wes mampu bayar pajak belum?

Message received, 2 Juni 2010 ; 10.38

Udah donkk.. makanya buruan cariin tiket ya


Terlahir menjadi anak perempuan satu-satunya membuat gue harus menjalani beberapa peran. Dari mulai peran sebagai seorang kakak, adek, tuan putri,  ibu tiri, nenek sihir atau bahkan upik abu sekalipun, selalu gue peranin hampir setiap hari. Apalagi sejak dulu kami jarang menggunakan jasa pembantu rumah tangga, jadilah gue yang notabene adalah tuan putri dan anak pungut kandung sang pemilik rumah harus turun kasta menjadi seorang upik abu

Atau bahkan berubah menjadi nenek sihir bertaring atau ibu tiri yang cerewet ketika lelaki-lelaki di rumah ini lagi keluar malesnya dan mereka dengan gampangnya meletakkan baju sembarangan, abis makan piring berantakan atau tidak mengembalikan buku pada tempatnya atau bahkan ketika mereka bangun siang sekalipun, gue pasti tiak membiarkan mereka hidup tenang

Tapi ada kalanya juga si upik abu yang cantik jelita ini berubah menjadi tuan putri yang lebih cantik jelita lagi. Bahkan tuan putri ini mempunyai 3 orang bodyguard yang bisa diandalkan kapan saja

Dan peran yang paling susah adalah peran menjadi seorang kakak TELADAN buat mereka. Secara hidup gue masih harus banyak perbaikan sana sini. Apalagi semenjak orangtua kami harus menetap di kota yang berbeda, godaan untuk menjadi tuan putri yang hidup berleyeh-leyeh semakin tinggi. Adek gue yang bungsu sering berangkat kuliah tanpa sarapan karna si upik abu lebih memilih nongkrong didepan tipi menikmati berita infotaiment yang lagi hot-hot nya.

Ah, tapi peran apapun itu yang penting gue senang manjalankannya. Dan ada saat-saat dimana gue harus menerima ‘balasan’ dari peran-peran gue itu. Sepeti hari minggu kemaren. Adek gue yang udah sejak 3 bulan yang lalu kerja di ibukota akhirnya pulang untuk pertama kali. Walaupun dia hanya datang hari sabtu sore dan harus udah kembali hari minggu nya, tapi gue sangat menikmati keutuhan sebuah keluarga sampe orangtua kami yang iri dan ingin bergabung bersama. Walaupun tak dipungkiri kami sering berdebat tapi saat-saat kami berkumpul adalah saat-saat dimana gue bisa ngelunjak naik kasta menjadi seorang ratu

Menjadi ratu sehari, itulah judul weekend kemaren. Gue tinggal duduk manis di mobil. Ada yang nyupirin, ada yang nutup gerbang, ada yang nanya ‘lagi pengen makan apa?’, ada yang pegang plastik belanjaan dan yang pasti ada yang bayarin hahahaha…

I’m proud of you dek.. tak sabar untuk menunggu mu pulang lagi

Kasih Ibu

Posted: September 1, 2009 in Love, Motivasi, Wonderful Family

42-19816837

kasih ibu.. kepada beta

tak terhingga sepanjang masa

hanya memberi tak harap kembali

bagai sang surya menyinari dunia


Pada tau lagu ini kan, lagu yang mungkin kita kenal waktu kita masih anak-anak dulu. Kalo ada yang nggak tau bilang aja ya, tar gue nyanyyin dengan senang hati 😛

Ceritanya gue lagi seneng nih karna punya keponakan baru dari sahabat baik gue. Kemaren malam dia sms dan minta didoakan karna persalinannya yang kira-kira masih 2 minggu lagi bakal dipercepat mengingat air ketuban tinggal sedikit dan juga takut terjadi apa-apa pada si baby.

Sebagai seorang manusia biasa, gue yakin dia punya sedikit rasa kuatir dan takut pada proses persalinan pertamanya. Dan entah kenapa tiba-tiba gue ingat mama dan perjuangannya sebagai seorang ibu, apalagi waktu ngelahirin 4 orang anak. Belum lagi ada pepatah yang bilang kalau masa-masa melahirkan adalah perjuangan antara hidup dan mati. Wuihh..serem benerrrr…

Trus ada yang udah pernah liat video ibu melahirkan yang di shoot langsung oleh sang ayah? Dengan mantap gue bilang, kalo gue udah pernah liat!! tapi tenang cuma semenit pertama kok, karna gue langsung nutup mata, nggak kuat ngeliat saat-saat klimaks si baby keluar. Omaygot, si ayah kok kuat ya, bisa ampe ngeshoot si baby segala. Pfiuhh..kalo gue tuh, udah bakal pingsan duluan kale. Untung gue bukan jadi si ayah *ya iyalah, gue bakal jadi si ibu* hehehehe..

Jujur nih yaa, gue juga bukan anak yang baik, yang selalu nurut ama orang tua. Gue merasa belum menjadi anak yang sempurna di mata mereka. Ada masa-masa dimana ego gue sebagai anak nggak bisa terbantahkan oleh siapapun termasuk orang tua, hingga akhirnya gue berdebat dengan mereka terutama mama dan ngebuat mama sedih. Tapi ada juga masa-masa dimana gue jadi anak manis, nurut ama ortu dan bisa cekikan berdua ama mama karna kita gosipin orang, kita nyoping dan ‘ngerampok’ papa bareng

Tapi semakin kesini, semakin gue tambah dewasa dan semakin mereka bertambah tua, semakin gue berusaha memahami jalan pikiran mereka. Ah, semoga belum terlambat untuk menjadi anak yang manis dan berbakti buat mereka dan terutama buat mama.

Sedewasa apapun kita, seberapa banyak pun umur kita, menurut gue, tetep ada saat-saat dimana kita ingin bersandar di bahu mama, saat-saat dimana kita kembali menjadi anak kecil yang manja buat mereka, saat-saat dimana kita merasakan nikmatnya masakan mama yang berasa masakan surga. Sama seperti sekarang, gue lagi kangen masakan nyokapppppp….!!! dan entah kenapa masakan gue nggak bisa seenak masakan mama ya? Tapi pasti bukan salah gue, mesti ada yang salah dengan bumbu-bumbunya *ngeles*

Don’t know what to say, but i proud of you mama.. i proud to be you’re daughter.. and i proud bisa keluar dari rahimmu

jaga kesehatan ya mama..papa juga.. biar bisa ngeliat cucu-cucu kalian tumbuh dewasa

*****

for my sista ‘lydia’ : selamat ya cay, akhirnya lu jadi seorang ibu juga. Jangan lupa seperti kata gue kemaren, anak cowo lu udah gue ‘cup’ dari sekarang untuk jadi mantu gue kelak. Itu kabar baik buat anak lu kan??? hahahaha..

Ade gue dan cewenya

Posted: August 22, 2009 in Gak penting, Wonderful Family

Hmm.. susah ya kalau orang lagi fall in luph.. dunia emang bener-bener berasa milik berdua

Pulang dari berpetualang selama kurang lebih sebulan, sampai di rumah gue dikasi kado berupa ‘calon adik ipar’. Jadi ceritanya adek gue yang cowo sekarang udah punya cewek.. yeahhh..dengan nggak sopannya dia pamer-pamer ke gue tentang cewenya. Jadi inget lagunya Duo Maia, yang kalau nggak salah, liriknya gini..

Aku Mau Makan Kuingat Kamu
Aku Mau Tidur Juga Kuingat Kamu
Aku Mau Pergi Kuingat Kamu
Ooo Cinta Mengapa Semua Serba Kamu

Coba di bayangin nih..

Tadi pagi si cewe udah sms said.. “abang, aku lagi nggak enak badan ni”.. eh, langsung deh adek gue nelepon dan mereka ber-‘in de hoy’ ria di telepon. Tapi kalau misalnya gue pinjem hp nya buat nelp pasti selalu aja jawabannya.. ‘gak ada pulsa!!’. Huhh…!!!

Trus beberapa malam terakhir ini gue suka curiga aja kok adek gue ngendon mulu di kamar, biasanya nih yaa.. kami selalu rebutan inet di rumah. Tapi kok dia anteng-anteng aja ya.. eh..selidik punya selidik.. ternyata mereka ber-‘in deh hoy’ lagi di kamar. Dan tanpa di suruh gue langsung ikutan nimrung lah.. alias gangguin mereka secara tidak hormat. Dan sialnya tadi malam sebelum gue datang, dia udah kunci kamarnya biar nggak gue gangguin. Harus mencari cara lain nih buat gangguin mereka :p

Imbasnya juga berasa kalau gue keluar rumah. Yang tadi nya kalau ada acara gue selalu pergi ama adek gue.. eh, barusan aja nih yaa.. dia bilang.. ‘kak, tuh kunci mobil di lemari..pergi sendiri ya, aku mau pergi duluan’

ARRGGHHHHHHHHH……. berasa pengen ngelempar nih mouse ke jidatnya

tapi weitss.. tunggu dulu.. gue nggak iri kok.. sumpahh..!!! GUE NGGAK IRIIIIIII..!!!!!

hah?? kok pada nggak percaya sih??? percaya donk..ya..ya..yaaaa… 😛

hmm.. kira-kira cewe nya bakal gue pelonco apaan yaa?? suruh mijit gue? suruh masak ama bersih-bersih rumah? or disuruh benerin genteng???

hahahahahaha… gue calon kakak ipar yg baek hati bukan??? *kedip-kedip*

Aih, dari judulnya aja kayaknya udah serius ya? Tapi gpp kan sekali-kali ngomong yang berbobot dikit 🙂

Masih berkaitan dengan kedatangan emak gue ke semarang. Selain bertujuan untuk menjenguk anak-anaknya dan melihat apakah anak-anaknya masih normal, masih 4 jumlahnya, kedatangan emak ke semarang juga untuk menghantarkan ‘adek’ baru

Adek? Yupe.. gue punya adek baru sekarang. Dan anak papa mama jadi 5 dan bukan 4 orang lagi

Jadi ceritanya mama ngambil satu anak panti asuhan dari makasar untuk di sekolahkan dan sekalian buat jaga rumah di semarang. Maklumlah itu rumah hanya berpenghuni pada waktu malam dan pagi aja. Pernah di tawarin untuk dibuat pilm horor berjudul ‘rumah tak berpenghuni’, tapi berhubung gue masih sibuk dan belum sempet syuting, jadinya di pending dulu pilmnya hahaha… FOKUSS…!!!

Okay.. lanjuttt..

Mau tau nama adek baru gue?? N-U-R-L-E-L-A.. yupe.. nurlela.. *nyanyi sambil joged-joged lagu nurlela*

sempet berpikir juga sih, masih ada ya jaman sekarang nama orang nurlela?? hihihi.. akhirnya setelah mengalami perdebatan yang cukup hebat *lebay*.. dari mulai nama sandra dewi, agnes monica sampe luna maya, akhirnya kita sepakat mengganti namanya menjadi D-E-B-Y hahaha.. nggak nyambung ya

Nah, ceritanya si deby ini masih kelas 2 SMP dan mau naik ke kelas 3 SMP

Dan dari beberapa hari yang lalu, mama udah keliling cari sekolah swasta *karna sebelumnya dia dari sekolah swasta* buat deby tapi belum ada sekolah yang mau nerima. Khususnya sekolah-sekolah yang deket rumah. Bahkan ada satu sekolahan yang bilang kalo mereka nggak nerima siswa baru karna ada peraturan dari diknas. Mama pun nanya, peraturan seperti apa itu? Tapi si kepala sekolah tidak bisa menjelaskannya. Padahal sebenernya itu bukan sekolah favorite. Mama pun agak-agak jengkel, karna mau masuk sekolah aja udah dipersulitnya bukan main. Padahal deby bukan anak bodoh kok, nilai raportnya juga lumayan bagus. Adek gue ini juga bukan anak nakal. Dan semua surat-serat kepindahan sekolahnya juga lengkap. Tapi kenapa susahnya bukan main ya?

Dan disana mama bertemu dengan seorang guru dan mereka pun bercerita. Sang guru keceplosan berkata bahwa mereka pernah menerima murid pindahan dari lampung tapi murid tersebut nakal nya bukan main. Langsung donk mama bilang.. ” loh? bukannya itu justru tugas seorang guru untuk mendidik anak muridnya? Jadi guru-guru sekarang maunya tinggal gampang aja ya? Dimana tugas mulianya sebagai pendidik?”

Ini bukan meng-under estimate kan tugas seorang guru. Gue yakin kok, diluar sana juga masih banyak guru-guru/ pendidik-pendidik yang pantas untuk diacungin jempol. Tapi agak-agak sedikit heran dan jengkel sama para pendidik yang mungkin lebih mengutamakan uang daripada tugas mulia-nya. Kalau alasannya nggak ada kursi,  gue bisa kok buatin kursi dan meja terbaik buat adek gue ini..

Jadi inget waktu gue pindah sekolah SMA dari papua ke semarang. Kalau bukan karna papa bertemu langsung dengan kepala diknas nya, belum tentu gue juga dapat sekolahan. Entahlah, apa mereka masih berpikir kalau anak daerah yang pindah ke jawa itu intelektualnya di ragukan?? Berarti kasihan sekali nasib anak-anak bangsa ini yang harus pindah-pindah sekolah karna tugas orang tuanya yang juga notabene sebagai seorang abdi negara?

Emang salah ya kalo mama mengangkat dia jadi anak? emang salah ya kalo dia disini mendapatkan keluarga baru? emang salah ya kalo dia ingin merubah nasibnya? emang salah ya kalo dia pindah ke kota ini? emang salah ya kalo dia sekarang punya kamar sendiri dan tidak tidur bersama puluhan anak perempuan lainnya dalam satu barak? emang salah ya kalo dia sekarang bisa menikmati makanan enak, dibanding waktu dia berada dipanti asuhan dulu? Tapi kenapa mau mencari sekolah aja susah???

Bersyukurlah kalau dia masih ingin bersekolah. Bersyukurlah kalau dia masih mau menggapai cita-cita nya dari pada masa depannya malah menjadi anak jalanan, dan menjadi sampah masyarakat. Heii.. dia juga salah satu generasi muda bangsa kita. Siapa tau deby kecil ini besok adalah salah satu pemimpin bangsa ini. Who knows? Tapi kenapa mau mencari sekolah aja susah??

Ah, jadi inget cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang dalam pembukaan UUD’45.. turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Gimana generasi bangsa ini mau cerdas kalo mau sekolah aja dipersulit?  kalo mau cari sekolah aja susah nya bukan main? Mama aja, yang *maap* bisa dibilang mampu untuk biayai sekolahnya dipersulit begini, nggak bisa aku bayangin gimana bagi orang-orang yang memang nggak mampu untuk membayar biaya sekolah.

Minta doanya ya guys, biar adekku bisa dapat sekolahan

Ps. adek baru gue lumayan cantik loh, kecil imut-imut dan lebih putih dari gue.. huaaa.. hiksssss… sekarang ada saingan baru di rumah hahaha.. *kidding*

Emak gue gaul

Posted: June 22, 2009 in Kehidupan, Wonderful Family

Tepatnya kemaren, emak gue tercinta dateng ke semarang. Yah, emang emak gue tuh walaupun kerjaannya hanya sebagai ibu rumah tangga, tapi kayaknya lebih sibuk dari gue. Buktinya bolak balik semarang-makasar mulu, atau kadang-kadang ikut papa keliling indonesia kalo lagi dinas keluar kota dan menikmati fasilitas yg ada [baca: lenyeh-lenyeh], belum lagi kegiatan bersama dengan ibu-ibu Dharma Wanita

Ah, pokoknya kesibukan emak gue bener-bener nyaingin gue dah. Tapi yang penting gue seneng kalo ada mama dirumah.. it’s mean that bakal-banyak-makanan-surga-yg-nikmat-melimpah-ruah-di-rumah. Apalagi makanan khas daerah yg ‘lucu-lucu’ dan unik-unik. Udah ada yang pernah makan Papeda belum? makanan khas papua yang terbuat dari tepung kanji dan setelah diolah jadi kayak lem trus dimakan dengan ikan kuning *bener gak nih namanya*. Keliatannya sih enak, segar dan menggoda, tapi ampe sekarang gue belum pernah bisa untuk memasukkan makanan itu ke mulut gue. Berasa geli-geli gimana gitu :p

Tapi sekarang gue bukan mau cerita tentang makanan, maybe next posting kali ya *kalo inget*, gue cuma mau cerita tentang emak gue tercinta. eh, tapi dosa nggak sih gosipin emak di blog?? *maapkan anakmu ini ya mak*

Kejadian kemaren pas adek gue lagi asik maen gitar

adek gue : ..cintaku bukanlah cinta biasaaa… *lagunya afgan*

emak : ..jika kamu yang memiliki..dan kamu yang temaniku seumur hidupkuuu.. *tiba-tiba nyambung*

gue : *shock + speechless*

adek gue : *langsung berhenti maen gitarnya*

gue : loh, mama tau lagunya??

emal : ya, tau donk… itu kan lagunya afgan

gue + adek gue :# &^%$#$..

atau.. perhatikan kejadian dibawah ini

emak : tuh kan dek, mama lupa bawanya. Pantesan pas tadi dibandara mama tuh kepikiran terus, lupa bawa apa ya?

gue : loh, kenapa lupa ma?

emak : Gpp donk dek, kan ada lagunya.. ‘lupa..lupa..lupa..lupa lagi kuncinya..’ *sambil nyanyi*

gue : *shock berat sambil ngebayangin ibu-ibu seumuran emak gue pada nyanyi lagu ini sambil pake konde*

dan bagaimana dengan kejadian dibawah ini :

emak : dek, mama mau ganti hp ah. Tulisan di hp mama terlalu kecil-kecil

gue : lah, mang mama mau yg segede apa tulisannya?

emak : mama mau blackberry aja dek, harganya brp?

gue : *shock again*.. mama tau BB??

mama : ya tau donk, harganya berapa dek?

gue : yah, mungkin 7-8 juta mak model terbaaru

mama : ah, mahal juga ya.. Yang harga dibawah itu aja dek, yg penting bisa I-N-T-E-R-N-E-T-A-N

gue : *pingsan*

Omaygot.. ternyata emak gue G-A-U-L bok..

Eitss, tapi jangan salah.. gue tetep salut karna mama bisa membagi waktu dan perhatiannya untuk suami dan anak-anaknya yang notabene, kami tidak tinggal sekota sejak sembilan tahun yang lalu. Kalo anak-anaknya lagi butuh ‘something’, mama jugalah orang pertama yang memberi support dan nasehatnya dengan tulus. Dan kalo anak-anaknya nakal, tetep mama lah orang pertama yang ngomel-ngomel tiada henti hihihi..

****

For my mom :

Mungkin mama nggak akan pernah nemuin tulisanku ini, kecuali kalo mama udah bisa internetan dan punya BB hehehe.. tapi satu hal yang pasti.. i proud of you mom, aku bangga bisa terlahir dari rahimmu dan aku bangga bisa memanggilmu mu ‘mama’

Semoga suatu hari kelak, aku bisa membahagiakanmu dan papa juga

Oh Tuhan, berikan mereka umur panjang agar suatu hari mereka bisa melihat cucu-cucu mereka lahir dan merawatnya dengan kasih sayang, sementara aku bisa bekerja diluar sana tanpa perlu menggaji baby sitter.. *dasar anak nggak sopan* hehehe.. “nggak dink ma.. becanda kok..”

Tapi ma.. aku suka sebel deh, setiap kita jalan berdua mesti orang selalu kira kita kakak adik.. Ah, kan aku jadi sebel. Mama sih terlalu cantik, besok kalo pergi-pergi lagi, mama mukanya dijelek-jelekin yah hihihi..

Luph u so much mom.. sumpah..!!! Luph u so much..!!!

Bokap gw manja

Posted: January 16, 2009 in Wonderful Family

ok.. akan gw jelasin lagi kalo dari kecil gw udah hidup nomaden.. selalu pindah-pindah mulu dari satu kota ke kota lain.. hingga akhirnya terdampar di semarang.. dan karna kita udah kuliah dan gak bisa ikut pindah2, so hanya bokap lah yg meneruskan perjuangannya seorang diri untuk melanglang buana.. ditemani nyokap yg wira wiri.. berusaha untuk adil antara menberi jatah untuk suami dan anak-anak hahaha..

Dari libur natalan sampe tahun baru kemaren bokap gw ke semarang, emak gw dah dari sebulan yg lalu dateng duluan mengunjungi dan mengecek anak2nya.. apakah anaknya masih idup?.. apakah jumlah anaknya masih sama yaitu 3 cowo dan 1 cewe? bukannya berubah jadi 4 cowo? karna anaknya yg cewe gak pernah menunjukkan kodratnya sebagai seorang cewe hehehe… [lebay ah..]

Tampang bokap gw sih gak sangar-sangar amat.. batak tulen.. cuman kalo udah seriusnya muncul.. begh.. gak bisa senyum dikit pun.. dan hidup nya penuh dengan prinsip2 yg T-O-P abis..!!!

Oya, bokap gw tiba-tiba pernah ngomong :

“papa sama anggota DPR, pangkatnya tinggian papa loh”

“hah? kok bisa pa gak mungkinlah?”

“ya iyalah.. mereka kan wakil rakyat.. sedang papa rakyatnya”

“…..”

Bisa bayangin kan bokap gw orgnya gimana? tapi jangan takut.. dia calon mertua yang baik kok hahahaha… [maksud lu??]

Nah.. sekarang papa penempatan di Makasar

Beberapa hari terakhir ini kan cuaca ujan mulu.. nggak di indonesia timur atopun indonesia barat..

Suatu hari ditengah malem.. papa telp mama. Biasanya tuh papa orang yg gak tahan begadang. Jadi tar dirumah jam 9 malam udah tidur karna capek udah kerja seharian. Eh, ini diatas jam 9 nelp emak gw, padahal disana udah jam 10 loh [perbedaan waktu 1 jam]

Kira-kira seperti ini lah pembicaraan mereka :

“ma.. papa kedinginan nih.. disini gak ada selimut tebal.. terus pakaian papa semuanya gak ada yg kering.. masih basah.. tadi papa di kantor seharian.. “

“ya udah, nanti kalo pulang mama bawain selimut yg tebal.. papa jgn nyuci ya, nanti sakit, beli aja untuk pakaiannya”

dan ujung-ujungnya pasti pertanyaan pamungkas :

“mama kapan pulang?”

“belum tau pa.. ini urusannya belum selese.. mungkin awal feb”

“berarti minggu ini gak bisa pulang donk??”

“………………….”

Huahahaha.. waktu denger nyokap gw cerita.. tampang gw sih penuh dengan segudang empati.. tapi lu tau gak gw udah gak tahan ketawa.. ngebayangin bokap gw ngerayu2 emak gw dengan rayuan gombal gitu hahahahaha..

BOKAP GW MANJAAAAA…!!!!!!

*semoga papa gak punya hobi blogwalking*

for papa : maapkan anakmu yg suka bongkar2 rahasia.. hihihi.. but yg perlu papa tau..

i lupe u so muucccccchhhhh….. and i proud of you.. mwah.. mwaahh..