Archive for August, 2010

Saya dan Waktu

Posted: August 27, 2010 in Tentang gue

Huhh.. sumpah, sungguh-sungguh kesel hari ini

kembali saya harus berantem dengan yang namanya WAKTU. Yah, saya kadang-kadang emang suka menunda-nunda sesuatu. Hmm..sebenarnya bukan menunda-nunda sih, cuma saya suka aja kalau serba mepet-mepet dan sport jantung. Tepatnya sih, saya sadar bahwa belakangan ini manajemen waktu saya sangat buruk 😦

Dan faktanya adalah saya batal untuk ikut acara camp beberapa hari di Malang karna saya daftarnya terlambat beberapa jam dan jumlah kuota sudah terpenuhi. Padahal saya sudah pakai acara rayu-merayu tapi tetap aja nggak mempan. Padahal lagi, saya sudah membayangkan acara jalan-jalan di Malang besok, tapi ternyataaa..huaaaaa…. *mewek dipojokan*

Ingin rasanya mengulang WAKTU. Atau kalaupun bisa, saya ingin membeli yg namanya WAKTU. Sungguh-sungguh menyesall.. *harakiri*

hmm.. baiklah kalau begitu

*mengikatkan bendera merah putih dikepala*

*meyingsingkan lengan baju*

*membusungkan dada*

*mengangkat tangan kanan*

*tatapan tajam kedepan*

*berteriak dengan lantang*

DENGAN INI SAYA BERJANJI BAHWA.. KEMERDEKAAN IALAH HAK SEGALA BANGSA DAN OLEH SEBAB ITU MAKA PENJAJAHAN DIATAS DUNIA HARUS DIHAPUSKAN

*dirajam*

hmm.. maksud saya.. SAYA BERJANJI UNTUK BAIKAN DAN BERSAHABAT DENGAN WAKTU ^^

Stasiun Terakhir

Posted: August 19, 2010 in Bebek, Love

aku  masih berdiri disini, menanti kereta yang akan membawaku pergi

kereta pertama datang..

bukan, bukan itu.. aku tak bisa berjalan seirama dengannya

kereta kedua datang..

aku menumpanginya, tapi kereta itu penuh penumpang dan sesak

kereta ketiga mengajakku pergi..

hasratku melayang tapi jiwaku terpisah dari raga

aku  pun turun di stasiun berikutnya

tapi tak lama

kereta keempat mendekatiku..

entah mengapa, jantung ini berdetak kencang

tapi tidak.. bukan ini

kereta ini tak seindah keretaku terdahulu

roda-rodanya berderit kencang

gerbong-gerbongnya tidak terbuat dari emas

heii.. dia berhenti

aku membalikkan badan hendak pergi

tapi tunggu..

perasaanku menuntun kaki ini untuk melangkah mendekatinya

aku masuk dan duduk diam

memandang ke setiap sudut gerbong itu

tidak ada siapa-siapa disana, hanya ada aku dan dia

gerbong yang sederhana namun  indah

ku pejamkan mata untuk menikmati rasanya

kereta pun  meluncur perlahan

aku mulai menari dan berdendang riang

berharap tidak turun di stasiun berikutnya

****

…mungkin aku bukan yang terbaik untukmu tapi aku lakukan usahaku yang terbaik untukmu..