Life is So Short

Posted: February 5, 2010 in Tentang gue

Aku masih tetap berdiri disini, di depan ruang operasi ini dengan entah sudah berapa banyak air mata ini mengalir. Bagiku, waktu berjalan sangat lamban sekali. Di balik pintu ini seorang pria yang baru menjadi suami ku selama 1,5 tahun sedang berjuang melawan tumor yang menggerogoti otaknya.

Sepuluh hari yang lalu Paul mengalami koma dan dokter di kota ku sudah angkat tangan. Tak perduli seberapa besar biaya yang ku keluarkan akhirnya aku dan keluarga ku menyewa sebuah pesawat untuk segera memberangkatkannya ke salah satu rumah sakit terbesar di Jakarta. Aku percaya dia akan panjang umur dan bahwa kami akan menikmati masa tua kami bersama. Aku juga percaya bahwa kelak kami akan melihat cucu-cucu kami tumbuh dewasa.

Akhirnya tepat hari ini tim dokter akan melakukan operasi mengambil cairan sialan yang ada di otaknya. Dan entah sudah berapa jam aku berdiri disini, menunggu dengan perasaan galau, sedih, bingung dan ah.. pokoknya semua perasaan ‘aneh’ itu bercampur aduk di hatiku.

Tapi entah kenapa, kaki ini melangkah menjauhi ruang operasi itu. Tanpa kusadari aku menemukan sebuah ruang doa kecil tak jauh dari ruang operasi. Air mata ini kembali mengalir tak kala aku merasakan kehadiran sesosok Pribadi yang seakan-akan memelukku, yang kepadaNya aku bisa membagi rasa ini.

Aku berlutut di depan sebuah altar kecil. Tak ada kata-kata yang keluar dari mulutku. Hanya air mata ini yang berbicara.. “I trust in You, Lord”

Setelah puas berbagi denganNya, aku kembali ke ruang operasi dan ternyata operasinya telah selesai. Aku mendengar salah satu dari tim dokter berkata kepada mertua ku bahwa operasinya berjalan lancar tapi Paul akan mengalami masa kritis selama 5 hari. Dan apabila dia bisa melewatinya, maka dia akan panjang umur. Aku merasakan sedikit kelegaan di hati. Tak lupa aku memandang ke atas dan berkata sambil tersenyum.. “tengkiyu Lord..”

Keesokan hari…

Saat matahari masih enggan untuk keluar dari peraduannya. Saat jam masih menunjukkan pukul setengah lima pagi,  aku sudah terjaga dan tidak bisa memejamkan mataku lagi. Ku padang dia yang sedang terbaring dihadapanku dengan sejuta rasa sayang yang ada dihatiku. “oh, Tuhan..aku sungguh-sungguh mencintainya”. Aku berbisik ditelinganya..“sayang..berjuang ya. Tinggal 4 hari lagi. Aku tak sabar untuk melihatmu membuka mata”

Aku menutup pelan-pelan pintu ruang ICU tempatnya di rawat. Seakan-akan takut kalau dia terganggu mendengar suara derit pintu ini. Ku langkahkan kaki menuju ruang altar yang kemarin ku temukan. Aku akan bercakap-cakap dengan Dia.

“Tuhan..ini baru hari pertama. aku yakin Kau akan melakukan mujizatMu dan membuka matanya untukku. Aku ingin bersamanya sampai memutih rambutku”

“Kau tahu kan Tuhan, kalau kami memimpikan mempunyai anak-anak yang lucu. Walaupun sampai sekarang Kau belum mempercayakan seorang anak pun, tapi kami percaya kalau kelak kami akan mempunyai anak-anak yang lucu. Terus Tuhan, Kau juga dengar kan kalau Paul pernah bilang dia pengen punya anak 5. Huhh..enak aja Tuhan, emangnya melahirkan nggak sakit apa?”

Tapi Tuhan, aku sungguh-sungguh minta kesembuhannya. Kau tahu kan entah aku sanggup hidup atau tidak tanpanya. Walaupun dia kadang-kadang menjengkelkan tapi aku sungguh-sungguh menginginkannya. Karna dia yang membuatku sempurna..”

“Jangan ambil Paul ya Tuhan..aku mohon padaMu”


Siang ini matahari masih tampak enggan menampakkan wajahnya. Dan entah kenapa hati ku pun sepertinya tampak enggan untuk tersenyum. Di depan ruangan Paul di rawat, aku, papa mama Paul dan beberapa keluarga berkumpul. Kami saling menguatkan. Apalagi mama Paul yang adalah mertuaku. Mama sangat sedih sekali. Bagaimana tidak, Paul adalah anak sulung dan anak cowok satu-satunya yang nantinya akan membawa keturunan keluarga.

Tiba-tiba aku melihat seorang suster masuk ke ruangan Paul, dan tak sampai dalam hitungan beberapa menit. Beberapa dokter dan suster masuk terburu-buru ke ruangan Paul. Serentak kami semua berdiri dan tiba-tiba kepanikan melanda. Salah satu dokter mengatakan bahwa tekanan darah Paul turun dan detakan jantungnya semakin melemah. Mama menangis dan memelukku. Aku hanya bisa diam dan memandang ke atas, memandang kebesaran Tuhan dan berkata..not now Tuhan.. pleaseeee..jangan ambil dia..”

Dari kaca ruangan ICU itu, aku melihat dokter mengutak-atik banyak alat dan selang-selang yang ada di tubuh Paul. Wajah dokter-dokter itu menunjukkan wajah tegang. Aku semakin tak kuasa melihat, apalagi sewaktu salah satu dokter meletakkan alat pacu jantung ke dada Paul. Aku menangis dan berkata.. “bertahanlah sayanggg.. demi aku”

Puluhan menit upaya penyelamatan Paul dilakukan. Semua dokter sudah berusaha. Kami saling berpelukan, berdoa dan menangis. Hingga ketika salah satu dokter keluar dan menyatakan bahwa Paul telah pergi untuk selamanya. Mama menjerit sekencang-kencangnya. Papa memeluk mama sambil menangis. Ruangan itu berubah menjadi isak tangis

Dan aku???

Aku terdiam kaku, merasakan separuh raga ini pergi, hati ini kosong. Entah perasaan apa yang keluar tapi aku merasa seakan-akan aku dijatuhkan dari langit hingga aku terjerembab dan tak mampu untuk berdiri lagi

Sayup-sayup aku mendengar suara..

Saat ku tak melihat jalanMu

Saat ku tak mengerti rencanaMu

Namun tetap ku pegang janjiMu

Pengharapan ku hanya padaMu

dan tiba-tiba semuanya menjadi gelap

*****

Berdasarkan kisah nyata dari saudara gue yang beberapa hari yang lalu, di umur nya yang baru 28 tahun, di usia perkawinannya yang baru 1,5 tahun, dia ditinggal sang suami karna radang otak


Mendengar kisah ini gue kembali di ingatkan bahwa hidup itu singkat. Bahkan teramat singkat
So, apa yang akan kita lakuin kalau kita tahu bahwa ini adalah hari terakhir kita hidup di dunia?

Comments
  1. depz says:

    we’ll never know
    juz do ur best in every days we have in this world
    and be grateful

    *****


    artinya dep??? hihihihi….

  2. orange float says:

    Nancy… tulisan loe kali ini bener2 bikin saya sedih ikutan nangis juga.Tuhan memiliki rencana yang tak pernah kita ketahui, ikhlaskan kepada Nya

  3. bandit™ says:

    Iya ya..
    kita hidup di dunia yang apa saja bisa menimpa kita….

    for anything happen in our life, HE always do the best HE can do…!

    GBU..!

  4. alrisblog says:

    Ikut sedih. Mari isi hidup singkat ini dengan memberi banyak manfaat buat sesama dan alam. Salam
    ALRIS

  5. arman says:

    aduh sedih banget…
    ikut berduka cita ya buat sodara lu…

  6. Inge says:

    mba’ ncy turut berduka cita yah…

    duh… jd nangis deh baca cerita na… tanggung jawab hayoooo…
    *narik rok mba’ ncy buat lap ingus*

  7. Gendhis says:

    Yeah Darling, just like what I said on my post, “That’s life, everything’s change, be good, do good (or should be best), jadi gak nyesel kalau semua harus selesai, lewat, sudah”

    *Hug-Hug*

  8. Afni Rustam says:

    D akhr2 crta d0kter blg paul udah pergi u/ selama’a..gw bharap bs bc lg ad smbungn crta kal0 dia beneran bisa sembuh dgn sbuah Mujizat…tp yg gw dapetin malah crta kal0 ini kenyataan..kisah nyata… Hpfuuuth… *gw gk bisa brentiin nih keran air bah d dua biji mata!!* Sm0ga Tuhan nyimpan byk kejutan mukjizat yg dia anggap terbaik dhdup s0dara lu dsuatu saat nti ya Nancy.. Gw yakin Itu pasti!! Amien

  9. Yessi says:

    turut berdukacita buat sodaramu ya, Ncy….

  10. 3rg3 says:

    sedih gw bacanya nanz… gile bener… gw juga takuttt oii…😦

  11. septarius says:


    Hidup itu pendek..
    Jadi pengen buru2 kawin..😀
    ..

  12. Nia only says:

    hmmmm really sad…meski sudah sering melihat orang2 dengan kejadian yang seperti ini, tapi jujur…gw juga ngga tahu harus bagaimana kalau mengalaminya sendiri….😦
    thank you mampir di blogku ya nanz…

  13. -'moRis- says:

    Turut Berduka ‘y sizt’…
    Yuksss….Hidup lebih bener, biar saat waktu Qta tiba, tidak ada yang disesalkan ^_^

  14. Hasian Cinduth says:

    hmmm, tersentuh membaca kisahnya..
    semoga istri yang ditinggalkan tetap tabah dan percaya pada Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s