Woman as a second class?

Posted: June 8, 2009 in Tentang gue

Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti diskusi mengenai hal ini yang dihadiri oleh wanita dan pria. Dan saya heran ternyata dari semua argumen yg disampaikan oleh pria-pria itu mereka semua mengakui bahwa tidak ada kesenjangan gender antara pria dan wanita. Apa yang bisa dilakukan pria, wanita juga bisa

Kalau sebagai tulang punggung keluarga?? wanita bisa nggak melakukannya??

Coba deh perhatiin sekarang juga banyak wanita yangg menjadi tulang punggung keluarga dengan tidak memandang jenis pekerjaan. Bahkan ada yang sampai menjadi supir taksi, supir bis, kernet atau tukang cuci. Semuanya mereka kerjakan demi sesuap nasi dan membantu perekonomian keluarga

Dan untuk wanita lainnya, apa alasan mereka bekerja? sebenernya lebih ke arah aktualisasi diri.

Walaupun impian dan harapan saya kelak adalah menjadi peliharaan suami.. lenyeh-lenyeh diatas penghasilan suami *istri matre*.. tapi tetep saja, saya kayaknya perlu bekerja untuk mengaktualisasikan diri. Dengan keuletan yang wanita punya, banyak dari mereka yang masuk jajaran manajerial di tempat mereka bekerja

Dan kalaupun ada masalah, wanita sepertinya lebih kuat dari pria

Sahabat saya pernah mengatakan hal ini sewaktu saya sedang menghadapi suatu masalah :

Pada saat penciptaan, pria terbuat dari debu tanah. Biasanya debu tanah itu paling mentok di buat jadi keramik tanah dan apabila keramik itu jatuh maka dia akan pecah. Tetapi wanita.. tercipta dari tulang rusuk, yang apabila jatuh dia tidak akan pecah ataupun retak, paling cuma tergores atau luka.

Dan apa yang membedakan antara pria dan wanita?? Semuanya sama.. hanya kodratlah yang membedakannya.. karna sampai kapan pun istri lah yang akan melahirkan dan menyusui..

So, woman as a second class??

do you agree??

*******

enggak selamanya kan tulisan gue isinya sampah??

ternyata gue bisa pinter juga.. *gak percaya*

Comments
  1. geRrilyawan says:

    pinguin juga emaknya yang nyari ikan…bapaknya jaga telor…

    bisa menempatkan diri ajalah….mengakui kelebihan dan kekurangan masing-masing, saling mengisi tapi kontekstual dan kodratual (apaan sih kodratual?), ada kalanya laki-laki megang peranan, dan juga perempuan. kan nggak mungkin bapak mbrojolin dan menyusui. nggak perlu ada perdebatan soal siapa yang paling superior

    ****************

    tumben coment lu bener.. gak ngerusuhin hehehe…

  2. gendhismanis says:

    Tumben lo pinteeerrr???!! Wkwkwk… *Kabuuurr*

  3. Definitely not. However man and woman are to complete each other🙂

    ************

    yeah.. u’re right sista.. absolutely right🙂

  4. Raffaell says:

    Yaa lagian kenapa juga pertanyaan second class itu muncul ? sebenarnya udah ada kodrat nya masing masing, kadang wanita suka lupa diri, demi yang disebut dengan aktualisasi diri misalnya, wanita lulusan S3 sibuk kerja kerja kerja karena sudah menempati posisi manajerial yang mapan…..

    Lantas, anaknya di beri pengetahuan dari seorang pembantu….

    Nah kalo gini, posisi dan kodrat sebagai wanita jadi salah…. lagi wanita menyebutnya aktualisasi diri, untuk mempertahankan egonya.

    So, walaupun jaman sekarang wanita lebih banyak, tapi memilih wanita yang menyadari posisi dan kodrat keberadaanya wanita sebagai salah satu anggota keluarga itu susah…. dah pada modern soalnya.

    *******

    wow.. galak bener si abang hehehe…
    hmm.. tapi jangan salah loh.. banyak juga wanita modern yg ngerti posisi dan kodratnya🙂

  5. depz says:

    setuju komennya eka
    ga ptg 1st or 2nd class
    intinya saling membutuhkan dan melengkapi
    muz be perfect

    balik2 dari jkt, tulisan lo jadi bener gini sih😛

    *****

    yeah.. gw juga setuju.. yg penting saling membutuhkan dan melengkapi
    gw juga gak tau nih, tiba-tiba jd nulis ‘aneh’ gini hehehe..

  6. ady says:

    kalo gw sih ini bukan masalah mana yang lebih baik.. gw berpendapat yah.. balik ketugasnya masing2 aja. laki2 ya sebagai laki2 dan perempuan sebagai perempuan. bukankah lebih baik kalo yang ngerjain tugas sesuai dengan kemampuannya. kalo emang cewe juga bisa nyemen ato nguli.. kenapa tidak kalo dia mampu?

    *****

    setubuhhh…🙂

  7. NanTo says:

    Yup bener tuh…tergantung bagaimana mereka saling mengisi dan melengkapi. Serta menjalankan perannya masing2 dengan baik.

    *berat bener dah nih postingan,,sampe saya bingung mo komen apa*🙂

    ***

    gw aja yg nulis berat, apalagi yg baca hehehe..

  8. Muzda says:

    Kodrat wanita memang cuma dua, Nanz … hamil (lalu melahirkan) dan menyusui.
    Karna cuma dua itulah yang tak bisa dilakukan laki-laki. Sementara, apa sih yang laki-laki lakukan tapi kita tak bisa ??

    Tapi, memang semua tetap harus berjalan di koridornya. Janganlah juga kebablasan, tapi juga jangan mengeset hidup kita rendah hanya karena kita wanita.

    *Ini bulan Juni kan ya, Nanz… hehee*

    ******

    hahaha.. iya bener Muz.. ini bulan juni.. mang kenapa?? :p

  9. AtA chan says:

    Ngomongin tulang rusuk aku lagi nyariin punyaku kurang satu nih..
    Rasanya kurang lengkap deh..

    Jadi pria dan wanita itu saling melengkapi gak ada yg nomor 2..
    Menurutku begono neng..😀

    *****

    tak bantuin nyari ya Sep..🙂

  10. achoey says:

    wanita adalah sahabat lelaki
    begitu pun sebaaliknya
    bersama itu lebih indah
    lanjutkan😀

    **********

    bersama emang selalu lebih indah🙂

  11. AzizHadi says:

    Woman is My Angel😀

  12. hariez says:

    berattt…yang jelas dunia lebih indah kalo dijalani bersama baik pria maupun wanita tanpa harus ngebedain ‘kelamin’ *so cool*😀

    -salam- ^_^

  13. natazya says:

    lah kan itu udah bukti… woman’s not a second class

    buktinya dah pada percaya dan stuju juga perempuan bisa ngapa2in yang sama kaya laki dan laki justru sampe mati ga akan bisa hamil, ngelahirin dan nyusuin😀

  14. Rizal says:

    Hmm…. Kalo saya sich… gimana yach…
    Istri, jika dia ingin bekerja ataupun berkarir, saya sama sekali tidak akan melarangnya bahkan akan mendukungnya, asal pandai mengatur waktunya aja🙂. Hanya saja…. pekerjaannya ataupun karir nya jangan dijadikan ‘sebagai tulang punggung keluarga’ atau untuk ‘membantu perekonomian keluarga’.
    Silakan bekerja, silakan berkarir…. dengan catatan hanya sebagai ‘pengekspresian atas eksistensi’ nya didunia ini.
    Untuk persoalan Perekonomian Keluarga… Saya ‘si pria bodoh’ inilah yang harus bertanggung jawab. Istri tidak boleh. Yang kepala keluarga kan saya. Saya dong yang bertanggung jawab menafkahi istri dan juga anak – anak *cie ileee… kayak dah ada aja*
    Itu sih kalau saya yach…🙂

    *Apalagi istri sampai nguli… waduh… malem – malem dibelai tangan yang baru habis ngangkut karung semen 25 sak… ya ampuuuuun….*

  15. Rizal says:

    Yang nggak bisa dilakukan laki – laki dan bisa dilakukan wanita : Mengandung, melahirkan, dan menyusui…

    Hmm….

    Yang bisa dilakukan laki – laki dan nggak bisa dilakukan perempuan :

    Hmm…. apa yach…. tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk…. kung kung kung kung…

    Ya itu… itu dia…

    Yang bisa dilakukan laki – laki ya itu…. membuat wanita hamil, terus melahirkan, dan akhirnya harus menyusui…

    Gya Ha ha ha ha……….. Uhuk uhuk…. Hacccyiiiiiiiiiim!!!!

  16. nh18 says:

    Woman as a second class … ???
    Keretaaaaa kaleee … pake second class segala

    Yang membuat first class atau second class itu bukan gendernya …
    tapi “isinya” …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s